Dalam menyelesaikan suatu konflik, kembali harus dilihat bagaimana cara atau proses para pihak dalam bersungguh-sungguh dan dengan semangat bersama untuk mencapai perdamaian.
, telah memperkenalkan teori ‘penyelesaian konflik’ sebagai teori yang memberikan penjelasan dan pilihan bagi para pihak yang berselisih. Teori penyelesaian konflik (
Konteks Cina title=Posisi Rata Pada Analisis Konflik style=width:100%;text-align:center; onerror=this.onerror=null;this.src='https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ_EqoIfkBawTdh3i8Ailf9LF--hA7C86keiFGNYw1-ifz8NRVaMBZbVHPBLiBgGEzhexQ&usqp=CAU'; />
Berbentuk Ladam Tapalkuda) digambarkan dengan kontinum yang bergerak dalam bidang tapal kuda yang terbagi dari beberapa kontinum sebagaimana tabel di bawah ini:
Miqot Xxxviii No. 2 Juli Desember 2014 By Miqot: Jurnal Ilmu Ilmu Keislaman
Pada hakikatnya, bentuk-bentuk penyelesaian konflik perlu dianggap sebagai alternatif-alternatif pilihan para pihak yang berkonflik. Sehingga, alternatif penyelesaian konflik dapat menjadi pilihan dari beberapa pilihan dalam penyelesaian konflik sebagaimana tersebut dalam ragaan dan penjelasan di bawah ini (Gambar diambil dari Slide Perkuliahan Dr. Shidarta):[1]
Kategori penyelesaian konflik ini dapat timbul ke permukaan melalui bentuk musyawarah atau perundingan dengan keadaan para pihak dalam kesetaraan satu dengan lainnya.
Kategori pra-yuridis penyelesaian konflik ini mengarah pada pemikiran terhadap upaya penengahan, perdamaian, rekonsiliasi, atau pengajuan suatu pengaduan kepada sebuah komisi khusus pengaduan.

E Book Srt T4
Kategori penyelesaian konflik ini mengacu kepada adanya campur tangan dari seorang hakim sebagai pelaksanaan dari adanya permohonan salah satu pihak yang sedang dilanda konflik.
Model Schuyt menjelaskan bahwa hukum mempunyai fungsi untuk mengubah bentuk-bentuk penyelesaian konflik dari kekerasan menjadi tanpa kekerasan.[2]Hal ini menjadi sangat relevan bahwa penindasan oleh pihak yang satu terhadap pihak lainnya menjadi diperkecil (adanya alternatif pilihan penyelesaian konflik) dengan adanya kesetaraan ke dua belah pihak (manusia) untuk memusyawaratkan konflik yang terjadi.

Sebagaimana diketahui bahwa subjek dari perselisihan adalah manusia, sehingga hal ini dapat dikaji secara sosiologis. Mengambil terkait apa yang disampaikan oleh C. Dewi Wulansari (2013) yakni melihat masyarakat dari sudut hubungan antara manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat melalui kebiasaan-kebiasaan atau tradisi berdasarkan nilai-nilai yang diyakini.[3]Penekanan pada alenia sebelumnya tersebut lebih mengarah kepada pengertian musyawarah mufakat (
Soalan Esei Spot P3 Cikgu Salmiah Pdf
), yang berfungsi untuk mencairkan keadaan yang tertutup dengan adanya upaya keterbukaan ideologi dan kepentingan bersama (komunal). Kemauan untuk berubah dan saling menyesuaikan, serta membangun sikap toleransi sebagai wujud keinginan untuk mencapai perbaikan hidup dalam meredam kerugian (keburukan) kedepannya melalui pengutamaan dalam mengejawantah perselisihan yang terjadi dengan keterlibatan nilai-nilai keagamaan serta adat/kebiasaan sebagai sikap tradisional yang tidak terkodifikasi namun tertanam dalam transisi tradisi serta kontak budaya yang mampu membungkus keyakinan para pihak yang heterogen dalam pandangan dan pikiran yang berorientasi ke masa depan dengan sikap saling menghargai dan keinginan untuk bermusyawarah. Sehingga, pilihan dari proses penyelesaian konflik yang dilandasi dari pemikiran secara sosial, akan semakin dapat dipersempit wujud implementasinya sebagaimana yang dijelaskan pada Gambar di bawah ini:

Proses atau cara sebagaimana yang ditunjukkan pada bidang 1, 2, 3, dan 4 dalam Gambar 2 di atas diyakini sebagai hasil yang mampu menjadikan proses atau cara tersebut memberikan arah perdamaian dalam perselisihan yang terjadi. Diartikan bahwa proses atau cara yang efisien (bermanfaat) dalam penyelesaian perselisihan berdasarkan perspektif sosiologis dan melalui Garis Tiga Konsep tersebut secara berurutan adalah:
Yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.
Konflik Antarabangsa Perang Dunia Pertama: Di Sebalik
If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.
), yang berfungsi untuk mencairkan keadaan yang tertutup dengan adanya upaya keterbukaan ideologi dan kepentingan bersama (komunal). Kemauan untuk berubah dan saling menyesuaikan, serta membangun sikap toleransi sebagai wujud keinginan untuk mencapai perbaikan hidup dalam meredam kerugian (keburukan) kedepannya melalui pengutamaan dalam mengejawantah perselisihan yang terjadi dengan keterlibatan nilai-nilai keagamaan serta adat/kebiasaan sebagai sikap tradisional yang tidak terkodifikasi namun tertanam dalam transisi tradisi serta kontak budaya yang mampu membungkus keyakinan para pihak yang heterogen dalam pandangan dan pikiran yang berorientasi ke masa depan dengan sikap saling menghargai dan keinginan untuk bermusyawarah. Sehingga, pilihan dari proses penyelesaian konflik yang dilandasi dari pemikiran secara sosial, akan semakin dapat dipersempit wujud implementasinya sebagaimana yang dijelaskan pada Gambar di bawah ini:

Proses atau cara sebagaimana yang ditunjukkan pada bidang 1, 2, 3, dan 4 dalam Gambar 2 di atas diyakini sebagai hasil yang mampu menjadikan proses atau cara tersebut memberikan arah perdamaian dalam perselisihan yang terjadi. Diartikan bahwa proses atau cara yang efisien (bermanfaat) dalam penyelesaian perselisihan berdasarkan perspektif sosiologis dan melalui Garis Tiga Konsep tersebut secara berurutan adalah:
Yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.
Konflik Antarabangsa Perang Dunia Pertama: Di Sebalik
If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.
Komentar