Jabariyah berasal dari kata Jabara yang artinya memaksa dan mengharuskan melakukan sesuatu. Paham Jabariyah yaitu sebuah paham yg mengharuskan manusia pasrah dengan kuasa Tuhan artinya bahwa manusia tidak punya andil sama sekali atas dirinya sendiri.
Manusia tidak bebas untuk berbuat apapun karena semuanya telah ditentukan oleh Tuhan dan semuanya sudah berdasarkan qadha' dan qadar Tuhan, manusia tidak punya kebebasan dalam berbuat, manusia mengerjakan perbuatannya dalam keadaan terpaksa(majbur). Paham ini berlawan dengan paham Qadariyah yang menyebutkan bahwa manusia yg menentukan nasibnya sendiri tidak ada campur tangan dari Tuhan (Kementrian Agama, 2015 Akidah Akhlaq, hal 31-32).
Islam title=DOC) Makalah Ilmu Kalam: Aliran Qadariyah Dan Jabariyah style=width:100%;text-align:center; onerror=this.onerror=null;this.src='https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRJMTXBMe69ByMWhRPFW80E5-yfyLN91mft3yV-3t6e2kBWcj8ogQAPJ5FtRrtl2lczqLo&usqp=CAU'; />
Latar belakang muculnya aliiran Jabariyah ini karena mereka menentang kebijakan politik Bani Umayyah yang dinilai kejam. Sejarawan Abu Zahra menyebutkan bahwa aliran ini muncul pada era sahabat dan dinasti Bani Umayyah yang ketika itu para sahabat membicarakan qadha' dan qadar serta Kekuasaan Tuhan.(Kementrian agama, 2015 Akidah Akhlak, hal:32).
Metodologi Studi Islam_364
Paham Jabariyah pertama kali di kemukakan oleh Al-Ja'ad bin Dirham tetapi yang menyebarkan paham ini adalah Jahm bin Safwan. Tokoh yang satu ini memang sangat berpengaruh beliau pandai berbicara dan menyerukan pada masyarakat untuk taat pada perintah Allah sehingga banyak orang yang tertarik padanya. Beliau sangat terkenal sebagai tokoh yang memplopori paham jabariyah ini.
Mereka menggunakan dasar ajaran al Qur'an yaitu QS. al-Shaffat [37]: 9. Yang artinya: Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu. Dan QS. Al Insan [76]: 30 Yang artinya: Dan kamu tidak mampu(menempuh jalan itu) kecuali bila dikehendaki Allah. (Kementrian Agama, 2015 Akidah Akhlak hal:32)
Aliran ini dikenal dengan nama Jahmiyyah karena pediri utamanya adalah Jahm bin Sofyan. Doktrin ini mengakatakan bahwa manusia tidak berdaya atas dirinya manusia lemah tidak punya kuasa dan kehendak sendiri, manusia tidak mempunyai pilihan segalanya berdasarkan Tuhan. Jadi, segala apa pun baik dan buruk manusia harus menerima karena hidupnya sudah berdasarkan takdir ketentuan Allah SWT.

Doc) Akidah Ahlak Xi Buku Siswa
Doktrin ini juga mengatakan bahwa surga dan neraka itu tidak kekal dan yang kekal hanyalah Tuhan. Dan kalam Tuhan adalah makhluk Tuhan tidak mempunyai keserupaan dengan manusia seperti melihat, mendengar, Tuhan juga tidak dapat dilihat dengan panca indra di akhirat nanti.
Aliran ini di pelopori oleh Husain bin Muhammad An Najjar. Alirain moderat ini menyatakan bahwa Tuhan adalah pencipta segela perbuatan manusia, tetapi dalam hal ini manusia bisa mengambil peran dalam mewujudkan perbuatan-perbuatannya sendiri. Dan menurut aliran moderat ini Tuhan juga tidak dapet dilihat oleh panca indra di akhirat nanti. (Kementrian Agama, 2015 Akidah Akhlak hal:32)
![]()
Dari sini dapat kita simpulkan bahwa paham Jabariyah ini sama sekali tidak mengedepankan akal pikiran. Mereka meletakkan akal pada posisi yang rendah karena semua tindakan manusia dan ketentuan manusia sepenuhnya berada di bawah kehendak dan takdir Tuhan, pemikiran mereka tidak berkembang dan mempersempit wawasan akibatnya tidak ada pemikiran yang mendalam seperti dalam filsafat.Aliran-aliran (firqoh) muncul setelah rasulullah saw wafat, pada zaman Nabi Muhammad saw umat islam dapat kompak dalam lapangan agama, termasuk di bidang aqidah. Kalua ada hal-hal yang tidak jelas atau hal-hal yang diperselisihkan diantara para sahabat, mereka mengembalikan persoalannya kepada Nabi. Maka penjelasan beliau itulah yang kemudian menjadi pegangan dan ditaatinya. Namun setelah rasulullah wafat mulailah bermunculan aliranaliran (firqoh) ilmu kalam, terutama pada masa pemerintahan kholifah Usman bin Affan. Syi’ah merupakan firqoh pertama yang kemudian disusul oleh firqoh-firqoh lainnya, salah satunya adalah firqoh murji’ah dan firqoh qadariyah. Berbicara masalah aliran pemikiran dalam islam berarti berbicara tentang ilmu kalam. Kalam secara harfiah berarti kata-kata. Kaum teolog islam berdebat dengan kata-kata dalam mempertahankan pendapat dan pemikirannya sehingga teolog disebut sebagai mutakallim yaitu ahli debat pintar mengolah kata. Ilmu kalam juga diartikan sebagai teologi islam atau ushuluddin, ilmu yang membahas ajaran-ajaran dasar dari agama. Mempelajari teologi akan memberi seseorang keyakinan yang mendasar dan tidak mudah digoyahkan. Munculnya perbedaan antara umat islam. Perbedaan yang pertama muncul dalam islam bukanlah masalah teologi melainkan dibidang politik. Akan tetapi perselisihan politik ini, seiring dengan perjalanan waktu, meningkat menjadi persoalan teologi. Perbedaan teologis dikalangan umat islam sejak awal memang dapat mengemukan dalam bentuk praktis maupun teoritis. Secara teoritis, perbedaan itu demikian tampak melalui perdebatan aliran-aliran kalam yang muncul tentang berbagai persoalan. Tetapi patut dicatat bahwa perbedaan yang ada umumnya masih sebatas pada aspek filosofis diluar persoalan keesaan Allah, keimanan kepada rasul, para malaikat, hari akhir dan berbagai ajaran nabi yang 5 tidak mungkin lagi ada peluang untuk memperdebatkannya. Misalnya tentang kekuasaan Allah dan kehendak manusia, kedudukan wahyu dan akal, keadilan Tuhan. Perbedaan itu kemudian memunculkan berbagai macam aliran, yaitu muta’zilah, syiah, khawarij, jabariyah, dan qadariyah serta aliran-aliran lainnnya.
Rpp Kurma 2013 Xi Ganjil
Wacana kebebasan dan keterikatan manusia dalam konteks Theologi/Kalam menjadi pembahasan menarik dari masa kemasa. Kebebasan berpikir disebut juga kebebasan hati nurani dimana kebebasan manusia untuk memiliki dan mempertimbangkan suatu sudut pandang atau pemikiran yang terlepas dari sudut pandang orang lain. Konsep ini berbeda dengan konsep kebebasan berbicara dan berekspresi. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini besifat Kualitatif karena data yang dibutuhkan bersifat teoritis, melibatkan unsur metodis umum filsafat. Metode ini dapat diartikan dalam suatu proses tindakan, rangkaian langkah-langkah yang dilakukan secara terencana, sistematis untuk memperoleh pemecahan permasalahan tentang theologi. Kebebasan dan keterikatan manusia dalam kehidupan ini sudah dimulai sejak era kalam Klasik yakni ketika berkembang aliran Jabariyah dan Qadariyah. Corak kalam Mu’tazilah yang rasional menempatkan paham Qadariyah sebagai salah satu kekuatan yang meneguhkan paham theologisnya. Dalam...
![]()
Persoalan Iman (aqidah) agaknya merupakan aspek utama dalam ajaran Islam yang didakwahkan oleh Nabi Muhammad.Pentingnnya masalah aqidah ini dalam ajaran Islam tampak jelas pada misi pertama dakwah Nabi ketika berada di Mekkah. Pada periode Mekkah ini, persoalan aqidah memperoleh perhatian yang cukup kuat dibanding persoalan syari’at, sehingga tema sentral dari ayat-ayat al- Quran yang turun selama periode ini adalah ayat-ayat yang menyerukan kepada masalah keimanan. Munculnya berbagai kelompok teologi dalam Islam tidak terlepas dari faktor historis yang menjadi landasan kajian. Bermula ketika Nabi Muhammad saw wafat, riak-riak perpecahan di antara kaum Muslim timbul kepermukaan. Perbedaan pendapat dikalangan sahabat tentang siapa pengganti pemimpin setelah Rasul, memicu pertikaian yang tidak bisa dihindari. Semua terbungkus dalam isuisu yang bernuansa politik, dan kemudian berkembang pada persoalan keyakinan tentang tuhan dengan mengikutsertakan kelompok-kelompok mereka sebagai pemegang “predikat kebenaran”. Munculnya corak pemikiran yang beragam dalam Islam disebabkan karena semakin luasnya wilayah Islam ke Timur dan ke Barat. Umat Islam mulai bersentuhan dengan keyakinan dan pemikiran dari ajaran-ajaran lain, terutama filsafat Yunani. Seperti diketahui wilayah-wilayah yang bergabung dengan Islam, terutama di bagian Barat adalah wilayah-wilayah yang pernah diduduki oleh bangsa Romawi(Yunani). Makalah ini akan mencoba menjelaskan aliran Jabariyah dan muktazilah. Dalam makalah ini penulis hanya menjelaskan secara singkat dan umum tentang aliran Jabariyah dan Qadariyah. Mencakup di dalamnya adalah latar belakang lahirnya sebuah aliran dan ajaran-ajarannya secara umum.
Wacana kebebasan dan keterikatan manusia dalam konteks Theologi/Kalam menjadi pembahasan menarik dari masa kemasa. Kebebasan berpikir disebut juga kebebasan hati nurani dimana kebebasan manusia untuk memiliki dan mempertimbangkan suatu sudut pandang atau pemikiran yang terlepas dari sudut pandang orang lain. Konsep ini berbeda dengan konsep kebebasan berbicara dan berekspresi. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini besifat Kualitatif karena data yang dibutuhkan bersifat teoritis, melibatkan unsur metodis umum filsafat. Metode ini dapat diartikan dalam suatu proses tindakan, rangkaian langkah-langkah yang dilakukan secara terencana, sistematis untuk memperoleh pemecahan permasalahan tentang theologi. Kebebasan dan keterikatan manusia dalam kehidupan ini sudah dimulai sejak era kalam Klasik yakni ketika berkembang aliran Jabariyah dan Qadariyah. Corak kalam Mu’tazilah yang rasional menempatkan paham Qadariyah sebagai salah satu kekuatan yang meneguhkan paham theologisnya. Dalam...
![]()
Persoalan Iman (aqidah) agaknya merupakan aspek utama dalam ajaran Islam yang didakwahkan oleh Nabi Muhammad.Pentingnnya masalah aqidah ini dalam ajaran Islam tampak jelas pada misi pertama dakwah Nabi ketika berada di Mekkah. Pada periode Mekkah ini, persoalan aqidah memperoleh perhatian yang cukup kuat dibanding persoalan syari’at, sehingga tema sentral dari ayat-ayat al- Quran yang turun selama periode ini adalah ayat-ayat yang menyerukan kepada masalah keimanan. Munculnya berbagai kelompok teologi dalam Islam tidak terlepas dari faktor historis yang menjadi landasan kajian. Bermula ketika Nabi Muhammad saw wafat, riak-riak perpecahan di antara kaum Muslim timbul kepermukaan. Perbedaan pendapat dikalangan sahabat tentang siapa pengganti pemimpin setelah Rasul, memicu pertikaian yang tidak bisa dihindari. Semua terbungkus dalam isuisu yang bernuansa politik, dan kemudian berkembang pada persoalan keyakinan tentang tuhan dengan mengikutsertakan kelompok-kelompok mereka sebagai pemegang “predikat kebenaran”. Munculnya corak pemikiran yang beragam dalam Islam disebabkan karena semakin luasnya wilayah Islam ke Timur dan ke Barat. Umat Islam mulai bersentuhan dengan keyakinan dan pemikiran dari ajaran-ajaran lain, terutama filsafat Yunani. Seperti diketahui wilayah-wilayah yang bergabung dengan Islam, terutama di bagian Barat adalah wilayah-wilayah yang pernah diduduki oleh bangsa Romawi(Yunani). Makalah ini akan mencoba menjelaskan aliran Jabariyah dan muktazilah. Dalam makalah ini penulis hanya menjelaskan secara singkat dan umum tentang aliran Jabariyah dan Qadariyah. Mencakup di dalamnya adalah latar belakang lahirnya sebuah aliran dan ajaran-ajarannya secara umum.
Komentar