Aku dan Sesuatu Chord Muzik sebagai Medium Ekspresi Diri

Tesla Manaf mengakui bahwa gelarnya sebagai musisi eksperimental baru ia maknai sepenuhnya setelah titel tersebut diberikan kepadanya. Perjalanannya dalam menemukan “visi suaranya” ternyata berhubungan dengan berbagai referensi yang ia terima sedari kecil, sampai-sampai dipengaruhi oleh insiden yang ia alami ketika memasak—yang justru membawanya menuju “visi suara” beliau yang semakin matang dan berkarakter. Beberapa hari setelah album beliau yang berjudul Larynx dirilis dalam bentuk fisik, kami berkesempatan untuk berbincang-bincang santai—selayaknya nongkrong bersama kawan—dengan Tesla Manaf dengan sejumlah topik-topik seperti interpretasinya terhadap musik, pengalamannya membawa musiknya hingga mancanegara, sampai membahas fenomena sosial yang belakangan ramai dibahas di Twitter.

Mungkin karena aku konvensional juga, kali ya? Jadi kayak, rilis album tuh kalau nggak fisik, kesannya kayak… gimana gitu. Mungkin karena umur juga, kali ya? Jadi [harus] ada sesuatu yang dipegang. Sebenarnya, ada juga sih rilisan album yang nggak ada fisiknya kayak Toija , atau [Pararatronic ] yang dirilis secara split sama Addictive TV dari Inggris, tahun lalu. Jadi kayak, ada beberapa juga yang nggak dirilis secara fisik sebenarnya.

ChordMuzik Sebagai Medium Ekspresi Diri title=Chord Gitar Dan Lirik Lagu Andai Aku Bisa By Chrisye Tentang Penyesalan Seseorang style=width:100%;text-align:center; onerror=this.onerror=null;this.src='https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR__YOD0Kj2fJodBxCW9RKvTEyAVhFypfgedG--mG38fdCTbkP7_JZ1EprlBrpXRCtAOM0&usqp=CAU'; />

Cuman, buat aku tuh, punya sesuatu yang bisa disentuh dan bisa jadi bahan koleksi untuk orang lain juga tuh kayak penting banget juga sebenarnya juga untuk jadi library physical . Tapi, biarpun susah, ya, sekarang jualannya juga. Emang agak gampang-gampang-sulit sih, sebenarnya. Jadi, kalau misalnya lagi manggung biasanya tuh, kayak, cepet banget penjualannya. Tapi, kalau misalnya kita sekadar promo di media sosial tuh kadang agak sulit dan jualannya jadi ribet juga. Jadi, agak gampang-gampang-susah sih jualannya.

Unsur Unsur Musik Beserta Penjelasan Lengkapnya

OUT NOW: KUNTARI LARYNX CD@GrimlocBDG paired up with @dsstrrecs_ from @maternalDSSTR released LARYNX Album on CD SUPER EXCITED 🦍🐺 Cover designed by Mastah @lord_kobra pic.twitter.com/GTwEH9nYUM — KUNTARI (@teslamanaf) December 15, 2022

Tapi itu tergantung labels, ya. Ada labels yang mau cukup nekat untuk rilis fisik, ada yang takut juga untuk rilis fisik, atau ada label yang rilis digital doang, karena si album Larynx ini juga dirilis sama Yes No Wave di bulan Juni kemarin. Nah, di bulan Juni itu memang, Yes No Wave kan memang khusus rilisan yang tanpa fisik, kan? Jadi ya, menurut aku sih ya, saat itu digital, akhirnya untungnya Grimloc Records dan Disaster Records mau merilis secara fisik—yaitu CD—terus, yang berikutnya Orange Cliff Records bakal ngerilis secara kaset nanti.

Mengenai “Larynx Organic Live Set”, yang dibawakan beberapa bulan lalu. Menurut yang saya baca, permainannya diciptakan untuk mereplikasi suara-suara mating call para hewan. Apa yang membawa Tesla untuk memusikkan hal-hal animalistic itu?

Apakah Bermain Piano Itu Sulit?

Sebenarnya tuh, awalnya tuh kayak waktu pandemi kan itu beneran nggak ngapa-ngapain, kan? Jadi pas waktu itu gagal tur di Australia dan di Inggris gara-gara pandemic itu tuh, beneran nggak megang alat musik sama sekali aja tuh selama enam bulan. Jadi, nggak megang alat musik, nggak denger musik apapun segala macem, pokoknya seharian itu cuman nonton aja tuh. Kayak, beneran emang harus disuruh reset kan pas awal-awal pandemic tuh. Terus aku mikir, dalam perjalanan itu tuh kayak, ngapain ya? Kayaknya harus ada satu alat yang organik, yang bisa menyuarakan sisi akustikal atau organik dari permainan aku, gitu, karena aku juga nggak pengen selamanya stuck di alat-alat elektronik, gitu,  

Biarpun aku ada alat elektronik, setidaknya ada satu alat yang organik atau akustik yang bisa akhirnya tuh terresonansi lebih baik gitu menurut aku. Biarpun sebenernya alat elektronik juga bisa meresonansikan sesuatu dengan lebih baik juga, cuman karena aku juga besar di musik klasik, musik jazz, segala macam, buat aku tuh alat akustik tuh alat yang bisa langsung dimainkan secara intuitif—itu penting banget untuk ada alat itu di depan aku, gitu. Nah jadi, makanya aku mikir waktu itu, apa ya satu alat tuh yang kiranya tangan kiri aku bisa mainin alat elektronik, tangan kanannya aku bisa mainin secara organik atau acoustically. Terus mikir apa yaa segala macem, yaudah, akhirnya aku Google, cari: “alat musik yang tersulit untuk dipelajari.”

-

Nomor satu piano, nomor dua terompet. Dan dari semua sisa tabungan yang aku punya itu, dari semua sisa tabungan yang ada di ATM saat itu, aku beli terompet—atau kornet, ya, sebutannya—kornet Yamaha, akhirnya aku beli tanpa mikir dua kali, langsung aku yaudah beli aja. Akhirnya aku pelajari mati-matian selama beberapa bulan, dan akhirnya, karena aku intens latihannya, dan aku mikir juga kayaknya nggak akan mungkin nih kalau misalnya aku pengen jadi pemain jazz terompet… aku kayaknya butuh waktu sekitar 10 tahun atau minimal 5 tahun untuk bisa menguasai itu semua, dan juga nggak ada spesialnya sama sekali juga karena banyak yang lebih canggih pastinya, udah mereka latihan 20 tahun, gitu, dan nggak ada pembedanya sama sekali kalau aku ujung-ujungnya main terompet secara normal atau technical, maksudnya technical tuh, cara meniup normal.

Semua Agama Mengenal Musik Sebagai Ekspresi Ibadahnya

Yes. Setuju banget. Akhirnya tuh, karena kebetulan banget—kebetulan banget, sih, sebenarnya—aku tuh latihan terompet sehari 5–6 jam selama 1 bulan, tiap hari selama 30 hari. Ternyata, kalau kata orang-orang, kata guru-guru terompet—itu juga latihannya lewat internet, ya—kata guru-guru terompet itu nggak boleh. Latihannya cuman boleh sekitar 15 menit x 4. Itu maksimal, sehari . Dan itu nggak boleh banget. Makanya, dia tau aku latihan sampai enam jam, progress -nya bagus, tapi itu bisa merusak bibir, dan itu benar. Akhirnya, cara niup aku tuh udah rusak total, jadi aku udah nggak bisa niup normal sama sekali. Nah, dari situ tuh, mulai stress tuh pikiran. “Ini harus diapain, ya?” Maksudnya kayak, gua mau niup normal nggak bisa, dan akhirnya mikir juga; “oke, gua nggak boleh jadi pemain terompet normal, ” akhirnya, nggak boleh membunyikan ini secara normal. Sebenarnya sih udah lama banget orang tuh menyebut aku musisi eksperimental, padahal sebelumnya aku belum bereksperimen dengan apapun, sebenarnya.

Cuman ada alat elektronik, bunyinya noise segala macem, kayak gitu, tapi sebenernya itu semua alat aja yang bunyi, kan? Cuman cara pendekatannya yang sedikit agak berbeda… maksudnya, nggak berbeda juga sih, sebenarnya banyak juga musisi-musisi dari Inggris, seperti Squarepusher atau Aphex Twin yang memainkan hal yang sama, dan mereka jauh, jauh, jauh lebih canggih—ibarat mereka Tuhannya, gitu—tapi, secara eksperimen, aku nggak sama sekali, jadi aku belum bisa menyebut diri aku [musisi] eksperimental. Akhirnya, cara pendekatan aku terhadap instrumen terompet itu aku ubah; “gimana caranya mainnya atau niupnya nggak seperti orang pada umumnya?” Jadi, akhirnya aku mulai cari tau bunyi-bunyi apa sih yang kiranya aku bisa replikasi melalui terompet tersebut, dan akhirnya jatuh terhadap si animal mating call itu.

Memusikkan

Alasannya karena apa ya, karena, aku sebenarnya suka banget band metal—biarpun nggak pernah sama sekali nginjek pedal distorsi seumur hidupku—jadi biarpun si project Larynx si gitarnya terdengar heavy, tapi itu sebenarnya nggak ada distorsi sama sekali, cara memainkannya aja yang sebenarnya bisa menjadikan bunyinya kayak gitu.

Chord Gitar Dan Lirik Lagu Dealova, Merdu Dinyanyikan Once

Tapi tuh, dari kecil, karena abang aku seneng banget musik metal, jadi, kalau misalnya dibilang salah satu musik yang mempengaruhi aku secara musically secara keseluruhan itu adalah Slipknot. Karena buat aku… yaudah inspirasi banget aja, gitu, sisanya pemain klasik atau pemain jazz, gitu. Tapi, satu band yang nggak pernah bisa aku berhenti dengerin yaitu Slipknot. Nah, entah kenapa tuh, dari dulu pengen banget mereplika suara growl-nya si Corey Taylor. Aku mikir, dari situ tuh, mulai ngulik—bukan secara suara, ya, tapi ngulik kayak; “di terompet gimana caranya bisa kayak gitu, ya?”—dan akhirnya, karena aku nggak bisa mereplikasi vokalisasi suara manusia, akhirnya aku mulai mikir; “oke nih, suara binatang, tuh, kadang suka berubah-berubah di saat mereka lagi kawin!” kan?

Dari sekitar kita aja dulu yang deket dulu, kan, misalnya kayak kucing. Kucing kalau mau kawin kan tiap malam tuh kayak, “weeow weeow ” nggak berhenti-berhenti sama sekali, kan? Beda banget sama sehari-hari yang suaranya lembut. Terus, aku mulai searching yang lain, entah dari singa, koala—koala tuh sehari-hari suaranya lucu banget, tapi kalau mau mating suaranya tuh nge-growl banget kayak vokalis metal banget—nah dari situlah, aku mulai replikasi lewat si terompet. Dari koala, buaya, singa, rubah, rusa, dari kodok, segala macem, itu tuh, semuanya, kalau misalnya mereka mau kawin mereka pasti ngeluarin suara-suara yang aneh dan itu akhirnya aku coba ulik lewat terompet.

Chord

Speaking of terompet, sehubungan dengan kabar yang saya dengar dari kawan—dan tadi juga sempat dikonfirmasi oleh Masnya mengenai satu tabungan yang dipakai untuk beli kornet Yamaha itu—I’d like to ask; was that a gamble? Dan kalau memang itu adalah gamble, did the gamble pay off?

Chord Gitar Dan Lirik Lagu Once

Sebenarnya, tuh, kalau dibilang paid off sih, amat sangat paid off , ya. Karena sampai sekarang itu yang mengubah jalur aku sekarang jadi bisa dilihat dan bisa menyebut diri aku sendiri dengan bangga [sebagai] musisi eksperimental karena aku bereksperimen dengan bunyi-bunyi yang belum pernah aku temukan sebelumnya. Dan itupun diakui nggak secara lokal doang karena, sejujurnya, skena eksperimental kita tuh sangat amat besar di mata dunia, sangat amat amat amat besar .

Maksudnya kayak, bolehlah dengan musik popular itu kita mungkin emang agak jauh di bawah mereka, maksudnya, secara kreativitas, atau secara teknik suara, development terhadap modernisasi, segala macem—musik popular itu nggak cuman pop doang, tapi segala macem genre; metal, atau apapun, segala macem—tapi kalau misalnya dari sisi eksperimen, kita tuh punya… kita tuh punya lebih dari 500 budaya gitu, tiap daerah tuh beda-beda, tiap punya bunyi musiknya sendiri, segala macem. 

Lirik

Sebenarnya aku juga bukan orang yang main alat musik tradisional, gitu, tapi kalau misalnya aku cari tau lagi dan coba mengulik, biarpun memang aku aslinya bukan orang tradisi, tapi, aku yakin ini bisa di-twist nih dengan modernisasi yang sudah aku bawa

Profil Happy Asmara, Queen Of Ambyar